Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk dari Kerajinan Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk  Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk  Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Kerajinan dari Bahan Keras



Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com

Hallo sobat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya dapat membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sobat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Berikut Pembahasannya:


1.Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras


Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk  Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras



Kerajinan merupakan budaya tradisional yang kini menjadi komoditi negara untuk meningkatkan devisa.Di antara sejumlah kerajinan nusantara, ada kerajinan yang tetap mempertahankan bentuk dan ragam hias tradisionalnya, tetapi ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar.Produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua  jenis, yakni produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras.Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras.Beberapa bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yakni sebagai berikut.
a.    Bahan Keras Alami
Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh di lingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, rotan, dan lain-lain.

b.    Bahan Keras Buatan
Bahan keras buatan adalah bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan seperti berbagai jenis logam, fiberglass, dan lain-lain.

 2.Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Produk kerajinan sangat beraneka ragam.Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan keras.
a.    Kerajinan Logam
Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain sebagainya.Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan.Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

b.    Kerajinan Kayu
Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan.Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin.Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dasar dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya.Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.

c.    Kerajinan Bambu
Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi.Sejak ratusan tahun yang lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhannya, mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit.Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut.Bahkan  saat ini, produk kerajinan bambu tampil  dengan desain lebih menarik dan artistik.Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung.Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik.

d.    Kerajinan Rotan
Rotan merupakan hasil kekayaan alam yang sangat besar di Indonesia.Pulau yang paling banyak menghasilkan rotan adalah Kalimantan.Tumbuhan rotan bersifat kuat dan lentur sehingga sangat cocok sebagai benda kerajinan dengan teknik anyaman.Contoh produk kerajinan dari bahan rotan banyak digunakan pada meja, kursi, lemari, tempat makanan, dan lain sebagainya.

e.    Kerajinan Batu
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat kaya akan bebatuan, jenisnya pun sangat beraneka ragam.Daerah Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai  sangat unik.Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti aksesoris pelengkap busana, juga sebagai penghias benda.Batu hitam yang keras dan batu padas berwarna putih/cokelat yang lunak banyak dimanfaatkan untuk produk kerajinan.Teknik pengolahan untuk batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir.Kerajinan batu banyak digunakan untuk hiasan interior dan eksterior.

f.     Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass)
Kaca serat (fiberglass) adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik  menjadi serat tipis.Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, kondisi sudah siap pakai.Kemudian, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.Oleh sebab itu, fiberglass biasa digunakan sebagai badan mobil dan bangunan kapal.Dia juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik.
Kerajinan fiberglass membutuhkan beberapa campuran dalam proses pembuatannya.Campuran fiberglass terdiri atas cairan resin (minyak resin bahan dasarnya minyak bumi dan residu), katalis, met atau serat fiber, polish atau sabun krim silicon untuk membuat cetakan, serta talk untuk memekatkan warna.Proses pembuatan perlu perbandingan agar memperoleh hasil yang baik.Jika zat cair (resin dan katalis) dicampur, akan bereaksi dari cair berubah menjadi padat dan keras, serta berwarna bening mengilap


3.Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk  Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Produk kerajinan dari bahan keras memiliki fungsi sebagai berikut.
a.    Benda Pakai, adalah karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya.Unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
b.    Benda hias, adalah karya kerajinan yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan.Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.

4.Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Dalam perkembangannya produk kerajinan dari bahan keras tidak dapat melepaskan diri dari unsur-unsur seni pada umumnya.Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis.Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama.Maka, karya kerajinan  harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan, dan keindahan (estetika).

5.Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Produk kerajinan dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu kala.Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah.Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya.

6.Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras


Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk  Kerajinan dari Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan keras, antara lain adalah sebagai berikut.
a.    Teknik Cor (Cetak Tuang)
Teknik cor sudah ada ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia mulai mengenal teknik pengolahan perunggu.Terdapat beberapa benda kerajinan dari bahan perunggu seperti gendering, perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.Berikut ini beberapa contoh pembuatan benda kerajinan dari bahan lunak dengan teknik cor (cetak tuang).

1)    Teknik Tuang Berulang (Bivalve)
Disebut teknik menuang berulang kali (bivalve), karena dengan menggunakan dua keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan).Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.

2)    Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)
Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue) dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu.Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat.Selanjutnya model dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian benda dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga.Tuangkan perunggu ke dalamnya.Setelah dingin, cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.

Di samping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas.Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin.Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam, seperti kerajinan perak.Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.

b.    Teknik Etsa
Kata etsa berasal dari bahasa Belkamu atau Jerman, yaitu etch yang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat.Kata etching berarti mengetsa.Benda-benda dari logam dapat dietsa dengan merendam dalam larutan etsa (larutan asam).Untuk melindungi bagian yang tidak ingin teretsa oleh pengikisan larutan asam ini, seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam, yaitu resist (bahan pelindung).Sementara itu, bagian-bagian yang terpilih untuk dietsa sesuai dengan desain dibiarkan terbuka dan terkena pengikisan asam.Secara perlahan-lahan, asam akan melarutkan dan mengikis tempat-tempat yang terbuka sampai tingkat yang diinginkan sehingga permukaannya turun sampai di bawah permukaan aslinya.Sementara bagian logam yang dilindungi tetap utuh.Beberapa larutan atau bahan kimia yang secara terpisah dapat menggigit, mencerna, dan melarutkan logam, sangat bergantung pada jenis logam yang akan dietsa.Larutan pengetsa ini terdiri atas larutan asam organik, asam mineral anorganik, atau campuran dari keduanya.Sebagian asam mempunyai daya kikis yang sangat baik untuk logam-logam tertentu,sedangkan sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya.Kombinasi dari keduanya justru dapat melarutkan logam-logam di dalam larutan tersebut.Sukses tidaknya mengetsa ini bergantung pada pengendalian yang sangat hati-hati terhadap kekuatan larutan asam pengetsa.Penerapan bahan penolak asam pada logamnya, cara dan keterampilan dalam membuat desainnya agar tetap terbuka melalui penggunaan resist (bahan pelindung), serta perhitungan waktu untuk pengukuran dan pengikisan asamnya perlu diperhatikan, agar gambar etsa muncul di permukaan logam dengan derajat keteraturan  dan kedalaman yang diinginkan.


c.    Teknik Ukir
Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal  sejak Zaman Batu Muda.Pada masa itu, banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu.Benda-benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga.Umumnya, ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.

d.    Teknik Ukir Tekan
Teknik ukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0.2 mm untuk pelat logam kuningan dan pelat logam tembaga sampai dengan 0.4 mm.Alat yang biasa digunakan untuk ukir tekan ini yaitu dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai dengan kebutuhan ukir tekan.Jika tanduk sulit didapat, gunakan bambu ataupun kayu.Cara menggunakan alat ukir tekan ini ialah dengan menekan permukaan benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.


e.    Teknik Bubut
Dalam pekerjaan membubut, diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk dan membentuk benda ialah pahat bubut.Teknik bubut ini akan menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat, dan rapi.Contoh karya kerajinan dengan teknik bubut adalah asbak kayu, vas bunga dari kayu, benda-benda mainan.

f.     Teknik Anyam
Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan  bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman.Bahan keras dari karya kerajinan yang dapat menggunakan teknik anyaman, antara lain: bambu, rotan, dan plastik.


7.Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Keras

Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan  pada nilai-nilai keunikan (uniqueness) dan estetika (keindahan), sementara dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.
a.    Pengelolaan Sumber Daya Usaha
Pengelolaan sumber daya usaha yang meliputi enam tipe sumber daya (Man, Money, Material, Maching, Method, dan Market).

b.    Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan
Kualitas karya kerajinan ditentukan oleh kualitas bahan, teknik pengerjaan, desain, dan nilai fungsi.Pemilihan bahan sangat penting karena bahan memiliki kekuatan, bentuk yang bervariasi, tekstur, serat, pori-pori, yang semua ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang kualitas bentuk dan estetik karya kerajinan.Teknik penciptaan yang baik dapat menentukan kesempurnaan bentuk karya.Aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerajinan (ergonomi).Nilai estetik karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai.Kerajinan mempunyai fungsi ganda selain fungsi praktis sekaligus sebagai fungsi hiasan.

c.    Menentukan Segmentasi Pasar
Secara ekonomi kerajinan cukup menjanjikan dan memiliki peluang pasar yang menggembirakan.Apalagi ditunjang dengan melimpahnya bahan baku, tenaga kerja yang relatif murah dibandingkan dengan hal yang sama di negara lain, sehingga dapat menekan biaya produksi.Penambahan ragam hias dan warna yang beraneka ragam menambah nilai estetik dan sekaligus dapat meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut.Sentuhan estetik pada produk kerajinan sangat diperlukan untuk mengangkat citra kerajinan.Untuk menentukan produk kerajinan yang akan diproduksi, kita harus memperhatikan selera pasar.

d.    Menentukan Bahan/Material Produksi Kerajinan
Pemilihan bahan/material dalam pembuatan karya kerajinan sangat penting karena material akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan mempengaruhi kualitas barang tersebut.

e.    Menentukan Teknik Produksi
Beberapa jenis kerajinan membutuhkan alat dan keterampilan khusus untuk mewujudkannya.Teknik produksi kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat, dan cara yang digunakan.Pembuatan produk-produk kerajinan yang menggunakan bahan keras alami dapat dilakukan dengan teknik-teknik berikut.
1)    Teknik Pahat
2)    Teknik Ukir
3)    Teknik Konstruksi atau sambungan
4)    Teknik raut
5)    Teknik bubut dan sebagainya.

Pembuatan barang-barang kerajinan dengan menggunakan bahan keras buatan dapat dilakukan dengan, teknik-teknik berikut.
1)    Teknik pahat
2)    Teknik cetak
3)    Teknik ukir
4)    Teknik etsa dan sebagainya.


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk dari Kerajinan Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras.Semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sobat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sobat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…

0 Response to "Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras, Aneka Produk, Fungsi Produk, Unsur Estetika dan Ergonomis, Motif Ragam Hias, Teknik Pembuatan Produk dari Kerajinan Bahan Keras, dan Perencanaan Produk Kerajinan dari Bahan Keras"

Post a Comment

Mohon untuk berkomentar yang bijak,tanpa link spam!
Terima kasih.

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Materi PKN

Powered by Blogger.

Artikel Terbaru