DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa

DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa



DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa
DEVISA





Selamat Datang di Blog edukasinesia.com

Hallo sobat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya dapat membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sobat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa

Berikut Pembahasannya:

1.Pengertian, Manfaat dan Fungsi Devisa


DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa
Pengertian, Manfaat, dan Fungsi Devisa



Apabila seseorang importir Indonesia mengimpor dari luar negeri, sudah pasti, pembayarannya tidak dapat dilakukan dengan menggunakan uang rupiah.Barang atau jasa yang diimpor harus dibayar dengan menggunakan mata uang negara yang bersangkutan atau alat pembayaran lain yang dapat diterima secara internasional.Alat pembayaran internasional inilah yang dimaksud dengan devisa.Devisa dapat berbentuk, mata uang kuat ( hard currency)/ valuta asing, emas, wesel asing, atau SDR (Special Drawing Rights). Hard Currency  adalah mata uang suatu negara yang nilainya dianggap relatif stabil sehingga uang tersebut dipercaya dan mudah diterima oleh negara lain.Contoh mata uang kuat adalah Dollar Amerika, Dollar Canada, Franc Swiss, dan Yen.Special Drawing Right (SDR) merupakan cadangan kekayaan yang dimiliki IMF (International Monetary  Fund) yang dapat dipinjam oleh negara anggotanya.Dengan demikian, SDR merupakan alat pembayaran dalam transaksi pinjam meminjam antara IMF  dengan anggotanya atau antara negara anggota IMF yang satu dengan negara anggota IMF yang lain.Dari uraian pokok bahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa, devisa adalah semua barang yang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional.


Secara umum, Pengertian Devisa adalah sejumlah valuta asing untuk membiayai transaksi perdagangan internasional. Devisa terdiri dari valuta asing, yaitu mata uang yang diterima oleh semua negara di dunia adalah US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling (Inggris), Prancis-Franc, Switzerland-Franc, Dollar-Canada, DM (Deutshe Mark)- Germany, emas, surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional. 

Hal ini berada di pengawasan otoritas moneter yaitu Bank Sentral. Devisa sama dengan fungsi uang pada umumnya, namun devisa berada dalam transaksi internasional atau antarnegara sebagai alat pembayaran antarnegara, pertukaran barang dan jasa, menimbun kekayaan, cadangan monter, dan mengukur kekayaan. 
Pemerintah dan swasta wajib memiliki cadangan devisa untuk perdagangan internasional dalam menjaga stabilitas moenter dan ekonomi makro suatu negara. Cadangan devisai merupakan indikator moneter kuat atau lemahnya ekonomi suatu negara. Definisi cadangan devisa adalah sejumlah valas yang dicadangkan Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk keperluan pembiayaan dan kewajiban luar negeri, misalnya pembiayaan impor dan pembiayaan yang lainnya kepada pihak asing.

Perlu diketahui bahwa tidak semua mata uang asing yang berada di Indonesia disebut sebagai devisa. Mata uang asing yang disebut devisa adalah mata uang asing yang beredar di dalam negeri dan di Bank Sentral (Bank Indonesia) selain itu ada catatan kurs resminya.
Misalnya mata uang Honduras, di Bank Indonesia sendiri belum ada catatan resminya, maka dari itu mata uang Honduras yang ada di Indonesia tidak termasuk sebagai devisa negara.
Berbicara mengenai pengertian devisa, ada yang namanya cadangan devisa. Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan oleh Bank Sentral untuk kebutuhan pembiayaan serta kewajiban luar negeri.
Cadangan devisa ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kuat-lemahnya perekonomian suatu negara. Apabila negara memiliki cadangan devisa yang besar, maka stabilitas moneter dan ekonomi makro negara tersebut akan terjamin.
Tentunya setiap negara pasti menginginkan persediaan atau cadangan devisanya cukup. Sehingga dengan adanya cadangan devisa, maka suatu negara bisa membeli barang-barang atau kebutuhan dari negara lain, bisa membiayai perjalanan dinas ke luar negeri, bisa membayar cicilan utang luar negeri, dan lain-lain.


Manfaat Devisa
1) Membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)
2) Membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri
3) Pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri
4) Membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll)
5) Membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara




Fungsi Devisa

Pada umumnya fungsi devisa sama seperti fungsi uang biasa, hanya saja devisa digunakan dalam kegiatan transaksi internasional sebagai pembayaran antarnegara, pertukaran barang dan jasa, mengukur kekayaan, menimbun kekayaan, dan cadangan moneter.

Kenapa suatu negara menginginkan cadangan devisa yang cukup? Karena ternyata devisa memiliki fungsi yang berperan penting dalam perekonomian suatu negara, fungsi devisa tersebut antara lain sebagai berikut:
1.    Sebagai alat pembayaran cicilan utang luar negeri khususnya bunganya
2.    Menjadi alat pembayaran barang-barang dan jasa impor.
3.    Sebagai Sumber pendapatan negara dalam membiayai pembangunan nasional.
4.    Pembiayaan hubungan luar negeri, seperti biaya misi pendidikan dan kesenian, biaya perjalanan dinas pejabat, biaya diplomatik, dan bantuan luar negeri.
5.    Sebagai stabilisator nilai mata uang dalam negeri.






2.Sumber Perolehan Devisa
Transaksi ekspor dan impor memerlukan alat pembayaran berupa devisa.Lebih dari itu devisa juga digunakan dalam berbagai kegiatan atau hubungan internasional lain yang memerlukan alat pembayaran luar negeri.Contohnya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Inggris untuk membiayai studinya dan ketika pemerintah Indonesia harus mengembalikan cicilan utang dan bunganya kepada pemerintah Amerika Serikat, semuanya itu menggunakan devisa.Oleh karena itu, semakin banyak devisa yang dimiliki oleh suatu negara, maka akan semakin mudah negara tersebut melakukan hubungan internasional khususnya perdagangan internasional. Dari manakah suatu negara bisa memperoleh devisa, berikut pembahasan selengkapnya:
1)    Dengan mengekspor tekstil dan produk tekstil ke Amerika, eksportir Indonesia akan menerima pembayaran dalam bentuk uang dollar Amerika.Dollar yang diterima eksportir kita ini akan menambah devisa negara Indonesia. Jadi semakin banyak ekspor yang dilakukan eksportir Indonesia maka akan semakin besar pula devisa yang diterima oleh negara kita.Dengan demikian, kegiatan ekspor barang merupakan sumber penerimaan devisa bagi suatu negara.
2)    Ekspor Jasa Tenaga Kerja  Ke Luar Negeri, seperti kita ketahui banyak sekali tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di luar negeri, seperti di Malaysia, Hongkong, atau Saudi Arabia.Ini artinya Indonesia mengekspor jasa berupa tenaga kerja ke luar negeri.Contoh lain bentuk ekspor jasa Indonesia yaitu jasa tenaga kerja Indonesia yang bekerja di perusahaan asing dan jasa layanan pengangkutan udara kepada orang asing oleh Garuda Indonesia Airways.Dengan bekerja di luar negeri, tenaga kerja Indonesia akan menerima pembayaran dalam bentuk valuta asing.Bila gaji tersebut dikirim untuk keluarganya di Indonesia, maka akan merupakan sumber devisa bagi Indonesia.Demikian juga Garuda Indonesia Airways akan menerima pembayaran berupa valuta asing dari penumpangnya, sehingga dapat menambah jumlah devisa Indonesia.Dengan demikian, kegiatan ekspor jasa merupakan sumber penerimaan devisa bagi suatu negara.
3)    Wisatawan Yang Datang Dari Luar Negeri, seperti yang juga kita ketahui bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat indah.Indonesia terkenal memiliki banyak obyek wisata yang indah.Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, keindahan matahari terbenam di Tanah Lot Bali, pemandangan indah di Danau Toba, dan kebudayaan Keraton Yogyakarta yang sangat tinggi, selalu menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.Selama tinggal di Indonesia mereka membutuhkan mata uang rupiah.Mereka bisa memperolehnya dengan terlebih dahulu menukarkan uang mereka sendiri (valuta asing) dengan uang rupiah di money changer.Penukaran ini berarti pula penambahan devisa bagi Indonesia.Dengan demikian, keindahan obyek wisata dan layanan-layanan kepada turis asing oleh sektor pariwisata merupakan sumber penerimaan devisa bagi suatu negara.
4)    Indonesia dapat ikut menanamkan modal pada perusahaan-perusahaan asing di dalam negeri maupun di luar negeri.Sebagai imbalan  dari penanaman modal tersebut, Indonesia akan menerima keuntungan atau dividen.Keuntungan dan dividen ini biasanya berbentuk valuta asing, sehingga dapat menambah cadangan devisa negara.Dengan demikian investasi ke luar negeri merupakan sumber penerimaan devisa bagi suatu negara.
5)    Untuk membiayai pembangunan di Indonesia, selain dari penerimaan dalam negeri, pemerintah juga bisa mendapatkannya dari penerimaan luar negeri.Penerimaan luar negeri dapat berupa bantuan atau pinjaman dari negara lain.Dengan menerima bantuan atau pinjaman tersebut maka Indonesia mendapatkan tambahan devisa.Dengan demikian pinjaman luar negeri merupakan sumber penerimaan devisa bagi suatu negara.
6)    Dalam upaya mengurangi kesenjangan antara negara kaya dan negara miskin atau untuk alasan-alasan kemanusiaan, negara kaya biasanya memberi hadiah, hibah, atau grant kepada negara-negara yang sedang berkembang.Hadiah atau hibah atau grant tersebut dapat berupa barang misalnya obat-obatan dan bahan makanan saat terjadi bencana alam, dan alat-alat laboratorium, ataupun dapat berupa jasa misalnya jasa konsultan asing ataupun dapat berupa uang.Bila hibah yang diberikan berupa barang atau jasa, maka berarti negara dapat menghemat devisa, sedangkan bila diterima dalam bentuk uang atau valuta asing berarti menambah devisa negara.Dengan demikian hadiah, hibah, atau grant merupakan juga sumber perolehan/penerimaan devisa.

Agar mampu menghasilkan devisa secara optimal, sudah seharusnya bila sumber-sumber perolehan devisa tersebut dikelola dan diberdayakan secara optimal juga.



Sumber-Sumber Perolehan Devisa 
Tinggi rendahnya suatu devisa terhadap suatu negara dipengaruhi dari perkembangan neraca pembayaran suatu negara. Sumber-sumber devisa adalah sebagai berikut... 
a. Kegiatan ekspor
Negara dengan sistem ekonomi terbuka, kegiatan ekspor adalah salah satu andalan negara untuk mendapatkan devisa. Semakin banyak ekspor barang atau jasa maka semakin besar pula pemasukan devisa bagi negara. 
b. Perdagangan jasa
Negara yang bergerak dan mengandalkan perdagangan jasa merupakan negara yang tidak kaya dengan sumber daya alam. Hal ini seperti yang dilakukan Singapura dengan mengandalkan jasa perdagangan sebagai sumber utama devisa. 
c. Kegiatan pariwisata
Salah satu sumber devisa adalah jasa pariwisata yang diperoleh dari kunjungan turi mancanegara maupun domestik. Semakin banyak turis yang berkunjung ke negara tersebut maka semakin banyak pula devisa akan mengalir ke negara tersebut. 
d. Pinjaman luar negeri (bantuan luar negeri)
Pinjaman luar negeri merupakan salah satu dari sumber devisa suatu negara, khususnya negara-negara didunia ketika atau yang berkembang. Negara-negara yang biasanya sangat bergantung atas bantuan luar negeri selain sebagai sumber-sumber lain. 
e. Hibah dan hadiah dari luar negeri
Hibah atau hadiah merupakan sumber devisa bagi suatu negara memiliki sifat yang tidak memikat. Hibah atau hadiah bersumber dalam negeri ataupun luar negeri. 
f. Warga negara yang bekerja di luar negeri 
Sumber devisa yang lain adalah dana yang berasal dari warga negara yang bekerja di luar negeri, misalnya TKW atau TKI. Pekerja tersebut memberikan peran yang besar untuk memperoleh devisa suatu negara dengan uang yang ditransfer dari asal negara dia bekerja. 


3.Tujuan Penggunaan Devisa
Setiap negara selalu berusaha untuk mendapatkan devisa sebanyak mungkin.Lalu tahukah sobat untuk apa devisa tersebut? Devisa dapat digunakan negara untuk membiayai kegiatan pembangunan maupun konsumsi.Secara rinci, tujuan penggunaan devisa dapat dijabarkan sebagai berikut:
1)    Mengimpor barang dari luar negeri, baik itu barang modal ataupun barang konsumsi.
2)    Mengimpor jasa dari luar negeri
3)    Membayar keuntungan atau dividen terhadap penanaman modal asing
4)    Membayar cicilan dan bunga pinjaman luar negeri
5)    Membiayai kegiatan warga negara di luar negeri, misalnya kegiatan kedutaan, konsulat, dan atase di luar negeri, biaya studi pelajar atau mahasiswa di luar negeri, kunjungan pejabat ke luar negeri, dan lain sebagainya.


4. Sistem Devisa

Devisa dalam suatu negara itu perlu ditentukan besar kecilnya. Ada beberapa sistem dalam penentuan besar kecilnya devisa yang dinamakan dengan sistem kurs (sistem devisa). Berikut ini adalah beberapa sistem devisa:

Sistem Standar Emas

Dalam sistem standar emas ini terdapat beberapa asumsi yaitu sebagai berikut:
1.    Nilai mata uang negara tersebut dinyatakan dengan emas.
2.    Jumlah emas yang keluar masuk negara tersebut bebas tidak terbatas.
3.    Badan moneter yang ada di negara tersebut bersedia untuk membeli dan menjual emas berdasarkan perbandingan nilai yang sudah ditentukan.

Sistem Kurs Mengambang

Pada sistem kurs mengambang, nilai tukar mata uang atau kurs valuta asing ditentukan langsung oleh permintaan dan penawaran pada bursa valuta asing.
Sistem ini dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
1.    Sistem kurs mengambang murni
Pada sistem ini, sama sekali tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan nilai tukar di pasar uang.
2.    Sistem kurs mengambang tidak murni
Pada sistem ini, terdapat campur tangan pemerintah dalam permintaan dan penawaran mata uangnya, sehingga mempengaruhi nilai tukar di pasar uang.

Sistem Kurs Tambatan

Dalam sistem kurs tambatan ini, penentuan nilai tukar dilakukan dengan mengaitkan nilai mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain atau sejumlah mata uang tertentu.
Ada beberapa negara di Afrika yang melakukan sistem kurs tambatan ini. Negara tersebut mengaitkan mata uangnya dengan mata uang Perancis, beberapa negara lainnya mengaitkan dengan mata uang dollar Amerika.

Sistem Pengawasan Devisa

Dalam sistem pengawasan devisa ini pemerintah mengatur dan memonopoli seluruh transaksi mata uang asing di negara tersebut.
Tujuan dari monopoli ini merupakan salah satu pencegahan adanya modal yang mengalir ke luar negeri dan melindungi pengaruh buruk perekonomian negara lain.
Oleh karena itu pada sistem ini pemerintah memerlukan alokasi dalam penggunaan mata uang asing.

5.Jenis Devisa
1)    Valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), dan dapat diperjualbelikan.
2)    Emas, emas mempunyai sifat convertible yakni semua orang (negara) mau menerima emas sebagai alat pembayaran internasional yang sah dalam bentuk batangan bukan dalam bentuk perhiasan.
3)    Surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, seperti
Special Drawing Rights (SDR) adalah hak kredit bagi negara anggota IMF bertujuan untuk membantu Negara anggota yang mengalami kesulitan dalam pembayaran internasional.
4)    Cable Order ( Telegraphic Transfer) merupakan cek yang dikirimkan melalui telegram atau radiogram atau telepon dari bank di dalam negeri dengan bank di luar negeri.
5)    Bill of Exchange (Wesel) merupakan surat perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang.
6)    Traveller Cheque (TC) adalah cek untuk berpergian biasanya dibawah oleh turis dan dapat dicairkan pada bank-bank perwakilannya

6.Macam-Macam Devisa


DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa
Macam-macam Devisa



Berikut ini merupakan beberapa macam-macam devisa:
1) Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal.
2) Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.
3) Devisa Negara adalah devisa yang dimiliki oleh pemerintah yang ditatausahakan dalam dana devisa.
4) Devisa pelengkap adalah devisa yang dimiliki oleh pihak swasta tetapi penggunaannya diawasi dan diatur pemerintah yaitu sebagian tertentu dari devisa hasil penjualan jasa (dalam valas) dari transfer, dan lan-lain yang berlaku saat itu dapat dimiliki oleh yang menghasilkan.
5) Devisa ekspor adalah devisa yang dimilki oleh swasta tetapi penggunaannya diawasi dan diatur pemerintah yaitu sebagian tertentu dai devisa hasil ekspor barang (visible goods) yang menurut peraturan devisa yang berlaku saat itu dapat dimiliki oleh eksportir yang bersangkutan sebagai perangsang ekspor.
6) Cadangan devisa yaitu simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen, dan digunakan untuk menjamin kewajibannya, yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.

Macam-macam Devisa

Macam-macam devisa dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu berdasarkan wujud dan sumbernya.
Berikut ini akan dijelaskan macam-macam devisa:

#1 Macam-macam Devisa Berdasarkan Wujudnya

Macam-macam devisa berdasarkan wujudnya ada dua, yaitu:
a)    Devisa Kartal
Devisa kartal adalah suatu devisa yang memiliki wujud uang kertas atau uang logam.

b)    Devisa Giral
Devisa giral adalah suatu devisa yang memiliki wujud surat-surat berharga, seperti cek, wesel, IMO (Internasional Money Order), cek perjalanan (travellers cheque), dan lain-lain.

#2 Macam-macam Devisa Berdasarkan Sumbernya

Macam-macam devisa berdasarkan sumbernya juga terdiri dari dua, yaitu:

a)    Devisa Umum
Devisa umum adalah devisa yang dapat diperoleh tanpa adanya kewajiban untuk mengembalikannya, misalnya seperti ekspor, penyelenggaraan jasa-jasa, dan penerimaan bunga modal.

b)    Devisa Kredit
Devisa kredit merupakan suatu devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri dan dengan syarat untuk mengembalikannya.
Contoh devisa kredit: misalnya pemerintah memperoleh pinjaman dari Bank Dunia, kredit itu disalurkan ke masyarakat dalam bentuk devisa kredit.
Salah satu lembaga di Indonesia yang memiliki tugas untuk mengawasi devisa adalah Biro Lalu Lintas Devisa (BLLD). Biro Lalu Lintas Devisa memiliki tugas untuk mengawasi penggunaan devisa serta berusaha untuk bisa menambah pemasukan devisa.
Penggunaan devisa baik itu yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta perlu dilakukan pengawasan. Mengapa demikian? Hal ini dimaksudkan dalam rangka mencegah penghamburan cadangan devisa yang ada.


7.Perkembangan Devisa Tahun 2010 – 2014
(GRAFIK)
KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA
MATA UANG USD
Nilai    Kurs Jual    Kurs Beli    Tanggal
1.00    12,273.00    12,151.00    30 Sep 2014
1.00    11,669.00    11,553.00    30 Mei 2014
1.00    12,287.00    12,165.00    30 Jan 2014
1.00    12,250.00    12,128.00    31 Des 2013
1.00    10,979.00    10,869.00    30 Agust 2013
1.00    9,746.00    9,650.00    31 Jan 2013
1.00    9,718.00    9,622.00    28 Des 2012
1.00    9,608.00    9,512.00    31 Agust 2012
1.00    9,045.00    8,955.00    31 Jan 2012
1.00    9,113.00    9,023.00    30 Des 2011
1.00    8,621.00    8,535.00    26 Agust 2011
1.00    9,102.00    9,012.00    31 Jan 2011
1.00    9,036.00    8,946.00    31 Des 2010
1.00    8,969.00    8,879.00    30 Sep 2010
Jika kita amati grafik perkembangan cadangan devisa di atas, dapat kita lihat dari tahun 2010 – 2011, cadangan devisa mengalami kenaikan. Namun, pada tahun 2011 – 2013 cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan nilai tukar rupiah dimana pada tahun 2011 – 2013 mengalami penurunan harga jual terhadap dollar Amerika. Kinerja ekonomi dan keuangan global saat itu masih terus melemah seiring masih berlarutnya krisis di Eropa. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan lebih rendah dengan konsumsi di negara-negara maju cenderung stagnan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini berdampak pada menurunnya kinerja ekspor negara-negara berkembang.
Bank Indonesia sendiri mengumumkan nilai cadangan devisa Indonesia per Januari 2014 naik menjadi US$ 100,3 miliar. Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs mengatakan angka itu naik 1,3 miliar dibandingkan posisi Desember 2013 sebesar US$ 99,4 miliar. Pada Desember 2013 lalu, Bank Indonesia merilis posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 99,4 miliar. Jumlah itu meningkat US$ 2,4 miliar dibandingkan dengan posisi akhir November 2013 yang sebesar US$ 97,0 miliar.
Menurut Peter, nilai cadangan devisa nasional pada Januari lalu berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai jumlah cadangan devisa tersebut cukup kuat dalam mendukung ketahanan sektor eksternal dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Level cadangan devisa Januari 2014 juga merupakan tertinggi sejak delapan bulan terakhir. Selain memaksimalkan produksi ekspor dan menjaga iklim investasi yang kondusif di dalam negara, fenome lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah peningkatan ekspor yang tidak terlalu mengandalkan aliran hot money. Mengandalkan cadangan devisa dengan hot money sangat rentan terhadap pelarian modal investasi. Hot money adalah istilah yang digunakan dalam terminologi sektor keuangan untuk menggambarkan modal asing yang mudah datang sekaligus gampang pergi, tergantung keinginan pemilik uang. Hot money selalu berburu keuntungan. Dan keuntungan yang diburu pun berjangka pendek dengan memanfaatkan berbagai instrumen investasi yang ada seperti saham, surat-surat utang jangka pendek, hingga valuta asing.
Pemilik uang tidak peduli, apakah ulah mereka akan membuat perekonomian suatu negara akan naik atau malah jatuh. Ketika melihat ada negara lain yang lebih menjanjikan, mereka pun akan menarik uangnya dan memindahkannya ke negara yang lebih menarik tadi. Untuk mengantisipasi bahaya aliran dana jangka pendek (hot money) ini di pasar keuanganan dan bursa nasional maka peran Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Kementerian Keuangan sangat vital. Salah satunya adalah dengan mengawasi secara ketat perusahaan sekuritas asing yang beroperasi di dalam negeri. Hal itu perlu dilakukan urtuk menjaga stabilitas likuiditas pasar modal dan mengantisipasi keluarnya hot money secara massal dari Indonesia. Selain itu, pemerintah juga perlu mengatur instrumen investasi perbankan. Selama ini, dana pihak ketiga (DPK) bank besar banyak mengalir pada investasi saham dan bukan untuk mendukung sektor rill seperti memberi kredit murah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di samping itu, kita juga dapat mencontoh negara lain dalam memanfaatkan aliran hot money tersebut untuk menjalankan sektor riilnya. China, misalnya, memiliki lembaga yang memang ditugaskan untuk mencari hot money tersebut. Namun dana tersebut nantinya dialirkan dalam bentuk subsidi ke sektor-sektor tertentu. Di sisi lain, otoritas atau regulator finansial harus membuat kebijakan yang menguntungkan banyak pihak, terutama bangsa Indonesia. Dalam hal ini yang perlu ditekankan adalah bahwa aliran dana asing yang masuk ke dalam negeri bukannya harus dibatasi, melainkan harus diwaspadai.
Cara mewaspadainya adalah dengan mencermati ke mana gerakan dana asing tadi. Apakah masuk ke instrumen surat utang di pasar modal melalui pembelian saham, obligasi, dan surat utang pemerintah lainnya. Ataukah masuk ke sektor riil.
Harapannya investasi asing itu tidak hanya terkonsentrasi di pasar modal (dalam bentuk portofolio investasi), tapi juga masuk ke dunia usaha secara nyata. Dengan dukungan iklim investasi yang semakin baik dan diperkuat kondisi makroekonomi yang stabil, tentu pilihan investasi asing ke Indonesia tidak salah jalan. Sejatinya, pemilik dana panas (hot money) tidak akan segera hengkang dari Indonesia, sehingga memberikan dampak negatif karena timbulnya guncangan-guncangan, apabila pemerintah mampu menciptakan iklim investasi di pasar keuangan yang kondusif.  Jadi, hot money tidak harus dibatasi, tapi yang lebih penting adalah diawasi. Lebih penting dari semua itu, tentunya bagaimana menjaga agar hot money bertahan lama di Indonesia untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.



8.Sektor-Sektor Penyumbang Cadangan Devisa
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, selama periode Januari-Juni 2013, di sektor non migas, ekspor bahan bakar mineral menempati posisi teratas yang menyumbang devisa terbesar. Nilai ekspor bahan bakar mineral (Free on Board/FOB) mencapai US$12,97 miliar. Selanjutnya, lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$9,61 miliar, dan mesin/peralatan listrik US$5,2 miliar. Karet dan barang dari karet menyumbang US$4,9 miliar. Sebagai salah satu komoditas andalan Indonesia, kakao mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia, salah satunya sebagai penyumbang devisa negara peringkat ketiga di sektor perkebunan. Pada tahun 2012, komoditas kakao telah menyumbang devisa sebesar USD  1.053.446.947  (1,053 Milyar) dari ekspor biji kakao dan produk kakao olahan.
Penghasil devisa dari sektor pariwisata berbeda dengan yang  diterima dari sektor lainnya. Dalam kegiatan ekspor penerimaan devisa diperoleh dengan mengirimkan barang-barang atau komoditi ekspor lainnya ke luar negeri.
Akan tetapi dalam industri pariwisata, komoditi yang dijual tidak bergerak melainkan pembelinya yang datang menikmati produk yang ditawarkan. Makin banyak wisatawan yang datang, secara teoritis akan meningkatkan penerimaan devisa negara.
Secara praktis masuknya devisa negara melalui industri pariwisata melalui :
1.    Hasil penjualan tiket maskapai penerbangan nasional untuk mencapai negara dan kembali berikut penerbangan domestik.
2.    Biaya taxi dan bus wisata untuk transfer dari dan ke airport, dan hotel.
3.    Sewa kamar hotel selama menginap pada beberapa kota yang dikunjungi.
4.    Pengeluaran wisatawan untuk makanan dan minuman pada Bar dan Restoran, baik di dalam maupun di luar hotel dimana mereka menginap.
5.    Biaya sightseeing dan excursion atau tours pada kota-kota yang dikunjungi pada negara tujuan .
6.    Biaya transportasi lokal untuk keperluan pribadi dalam kota yang dikunjungi.
7.    Pengeluaran untuk membeli barang-barang cinderamata serta barang-barang lainya yang dibeli pada beberapa kota yang dikunjungi.
8.    Fee untuk perpanjangan visa di tempat atau kota yang dikunjungi (apabila diperlukan).


9.Konsep Efek Berganda
Hal penting lain yang perlu diperhatikan sebagai akibat kegiatan pariwisata bagi perekonomian suatu daerah atau negara adalah timbulnya kontribusi (sumbangan) yang dihasilkan oleh wisatawan terhadap pendapatan penduduk setempat. Pengeluaran wisatawan di daerah yang dikunjunginya menimbulkan pendapatan dan produk serta jasa baru yang selanjutnya akan merangsang timbulnya pengeluaran dan pendapatan lanjutan. Sebagai ilustrasi, dapat kiranya dilihat bagan dibawah ini yang menunjukkan bagaimana pengeluaran wisatawan tersalurkan beberapa kebutuhan di daerah tujuan wisata
Bagan -1-
(Pola Pengeluaran Wisatawan Di Suatu Daerah Tujuan Wisata)
Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa pengeluaran wisatawan akan diterima oleh beberapa komponen penunjang kegiatan pariwisata. Setiap komponen pariwisata itu, selanjutnya akan mengeluarkan lagi biaya-biaya untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan proses produksi, begitu pula selanjutnya. Meningkatnya pengeluaran wisatawan yang berakibat meningkatnya pendapatan serta pengeluaran masyarakat setempat seperti pada kedua ilustrasi di atas dikenal sebagai Efek Berganda atau Multiplier Effect. Oleh sebab itu Efek Berganda, dapat didefinisikan sebagai jumlah peningkatan pandapatan masyarakat setempat yang dihasilkan dari pengeluaran awal wisatawan pada suatu periode waktu tertentu. Besaran atau koefisien Efek Berganda pariwisata ini akan berbeda di setiap daerah atau negara. Perbedaan ini terjadi karena berbedanya kondisi serta sifat perekonomian daerah atau negara yang satu dengan daerah yang lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran atau koefisien Efek Berganda adalah
a.besarnya barang dan jasa lokal yang digunakan bagi kegiatan pariwisata
b.besarnya barang dan jasa impor yang digunakan untuk kegiatan pariwisata dan
c.kecenderungan masyarakat setempat untuk menabung.
Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak barang impor digunakan akan memperkecil koefisien Efek Berganda, yang disebabkan karena terjadi kebocoran devisa (Leakage of Devisa)

Jenis Efek Berganda
Secara teoritis, efek berganda dapat dibedakan ke dalam 4 (empat) jenis besar :
1.    Efek Berganda Pendapatan (Income Multiplier)
Merupakan jenis efek berganda yang paling umum. Efek berganda ini menghitung perbandingan pengeluaran awal wisatawan terhadap pengeluaran langsung (direct spending), pengeluaran tidak langsung (indirect spending) serta pengeluaran ikutan (induce spending) bagi penduduk di suatu daerah wisata tertentu.
Secara nyata diketahui bahwa pengeluaran awal wisatawan di suatu daerah tujuan wisata mengakibatkan timbulnya 3 (tiga) jenis pengeluaran, yaitu :
a. Pengeluaran langsung (Direct Spending)
Pengeluaran pengusaha-pengusaha industri pariwisata yang dikeluarkan untuk membayar biaya operasi usahanya.
b. Pengeluaran tidak langsung (Indirect Spending)
Pengeluaran pihak industri pendukung/masyarakat yang terlibat secara nyata dalam menunjang kegiatan pariwisata.
c. Pengeluaran Ikutan (Induced Spending)
Pengeluaran industri lainnya/masyarakat umum yang secara nyata tidak ada kaitannya dengan kegiatan pariwisata.
2.    Efek Berganda Penjualan (Sale/Transaction Multiplier)
Dalam pendekatan ini dapat diketahui akibat bertambahnya penjualan produk atau jasa karena pengeluaran wisatawan di suatu daerah.
3.    Efek Berganda Keluaran (Output Multiplier)
Pendekatan efek berganda ini menekankan pada rasio meningkatnya jumlah produksi suatu daerah karena adanya pengeluaran atau permintaan wisatawan.
4.    Efek Berganda Lapangan Kerja (Employment Multiplier)
Suatu jenis efek berganda yang menghitung perbandingan dari keseluruhan tenaga kerja yang dapat tertampung bagi kegiatan pariwisata (baik tenaga kerja langsung maupun tidak langsung) terhadap tenaga kerja yang secara langsung bekerja pada sektor pariwisata.
Masing-masing jenis efek berganda ini mampu menghitung gejala-gejala yang berbeda satu sama lainnya dan setiap jenis memiliki kegunaan tertentu dalam pembahasan mengenai dampak kegiatan pariwisata di suatu daerah atau negara.


10. Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Untuk Meningkatkan Devisa

DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa
Kebijakan-Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Devisa


Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri terbukti sangat efektif dalam pengembangan industri di Indonesia. Sebagai contoh, sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan Bea Keluar atas ekspor biji kakao melalui Peraturan Menteri Keuangan No 67/PMK.011/2010 pada 1 April 2010, industri kakao nasional menggeliat, terbukti dengan semakin menurunnya volume ekspor biji kakao, sementara ekspor kakao olahan terus mengalami peningkatan. Jumlah industri kakao yang pada tahun 2010 hanya 7 perusahaan, saat ini bertambah menjadi 17 perusahaan. Pemerintah juga memberikan fasilitas Tax Allowance dalam  PP No. 52 Tahun 2011 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan / di Daerah-Daerah Tertentu, serta pemberian Tax Holiday  bagi industri pengolahan kakao di daerah tertentu melalui PMK No. 130 Tahun 2011 tentang Pemberian Fasilitas Pembebasan atau Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.
Kebijakan tersebut tidak hanya mampu membangkitkan industri kakao, tetapi juga mampu menggerakkan industri hilir makanan dan minuman berbasis cokelat untuk melakukan ekspansi dan berdampak positif karena nilai tambah kakao ada di dalam negeri, menyerap tenaga kerja, adanya multiplier effect terhadap industri pendukung seperti industri pengemasan (packaging), transportasi, perbengkelan, perbankan dan sektor lainnya. Penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk menjaga kualitas dan mutu hasil produksi industri, serta program hilirisasi  yang dicanangkan oleh Kemenperin mampu mengangkat industri nasional untuk dapat bersaing baik dipasar domestik maupun global serta berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Jika diperjelas, maka kebijakan pemerintah untuk mendukung meningkatnya cadangan devisa adalah sebagai berikut:
1.     Kebijakan Perdagangan Luar Negeri
Kebijaksanaan dalam bidang ekspor diarahkan pada peningkatan daya saing dan penerobosan serta peluasan pasar luar negeri. Pencapaiannya ditempuh melalui upaya-upaya meningkatkan efisiensi produksi, perbaikan mutu komoditas, jaminan kesinambungan dan ketepatan waktu penyerahan, serta penganekarangaman produk dan pasar. Untuk mendukung semua itu, dilakukan penyempurnaan sarana dan peningkatan akses pasar (temasuk jaringan informasi pasar, peningkatan promosi, dan peningkatan akses pasar melalui kerjasama perdagangan internasional) Sedangkan kebijaksanaan di bidang impor ditujukan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa, terutama barang modal, bahan baku dan bahan penolong untuk industri  di dalam negeri, serta memperhemat penggunaan devisa, khususnya yang digunakan untuk mengimpor barang-barang mewah. Pemerintah menggariskan pula akan membatasi impor baranag dan jasa bagi kebutuhannya, kecuali untuk barang dan jasa yang memang sangat dibutuhkan dan tidak dapat dihasilkan dalam negeri. Pengadaan barang-barang kebutuhan pemerintah senantiasa mengutamakan penggunaan hasil produksi dalam negeri.
2.    Kebijakan Investasi Asing dan Pinjaman Luar Negeri
Dalam usaha meningkatkan laju pembangunan nasional, selain terus meningkatkan sumber pembiayaan dari dalam negeri, disadari bahwa sumber pembiayaan dari luar negeri tetap diperlukan. Namun, berkaitan dengan upaya menuju masyarakat yang maju dan mandiri, peran relatif sumber pembiayaan luar negeri di upayakan agar terus menurun. Oleh karena itu, prioritas sumber pembiayaan luar negeri diberikan kepada pembiayaan dalam bentuk investasi langsung atau penanaman modal asing (PMS, foreign direct investment). Penanaman modal asing didorong bagi kegiatan ekspor dan kegiatan pembangunan yang belum dapat dilakukan oleh model dan kemampuan teknologi dalam negeri. Sedangkan mengenai pinjaman luar negeri, indonesia tetap pada pendirian bahwa bantuan luar negeri berfungsi hanya sebagai pelengkap. Perolehan atau penerimaan harus dengan syarat lunak, tidak memberatkan dan dalam batas kemmpuan negara untuk bayar kembali, serta tanpa ikatan politik. Dengan demikian dapat ditekan resiko gejolak tingkat bunga dan pertumbuhan kurs valuta, serta dampaknya terhadap beban utang nasional. Kebijaksanaan pengelolah pinjaman luar negeri demikinan ini dimaksudkan agar terwujud peningkatan kapasitas pelunasan, serta agar perbandingan jumlah pelunasan utang terhadap nilai ekspor (DSR) berada pada tingkat yang aman.
3.    Kebijakan Nilai Tukar dan Devisa
Guna menunjang penngkatan ekpor nonmigas, nilai tukar rupiah senantiasa di pertahankan untuk realistis. Berkenaan dengan ini, Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang-terkendali. Pemerintahan akan terus melanjutkan kebijaksanaan pengelolaan kusr valuta asing yang dapat mempertahankan daya asing komoditas ekspor.
Kebijaksanaan devisa Indonesia diarahkan untuk memelihara kondisi perekonomian yang sehat dan andal, serta sekaligus mampu mendorong ekspor dan mengendalikan impor, mendukung kestabilan pasar dan kurs vauta asing. Jumlah cadangan devisa diusahakan agar senantiasa dalam keadaan aman, memadai bagi kebutuhan perekonomian dan pembangunan, serta mampu memenuhi semua kewajiban pembayaran internasional. Rejim devisa bebas yang dianut oleh Indonesia, kendati di sadari dan dapat dirasakan manfaatnya, dinilai oleh beberapa kalangan didalam negeri sendri sebagai terlalu bebas atau sangat libeeral. Kebebasan yang berlebihan itu, menurut mereka, dapat menyulitkan pemerintah dalam mengendalikan stabilitas perekonomian di dalam negeri, terutema dalam hubungannya dengan arus keluar-masuk modal. Oleh karenanya disusulkan agar tidak kterlalu bebas, maksudnya di berlakukan pembatsana-pembatasan tertentu.
4.    Dumping
Dumping adalah kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara dengan cara menjual barang ke luar negeri lebih murah daripada dijual di dalam negeri.
5.   Melepas kuota ekspor barang mineral yang saat ini diberlakukan. Upaya itu diharapkan dapat memicu kenaikan kinerja ekspor.
Dalam konteks kebijakan, pemerintah diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan yang ramah investor (investor friendly).
Kebijakan yang konsisten dan penuh kepastian dengan dukungan perangkat perundang-undangan yang kuat. Suatu kebijakan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi investor. Bagi investor yang akan menanamkan modalnya di sektor riil dengan horizon waktu yang panjang, kepastian soal kebijakan mutlak diperlukan. Rezim pemerintahan boleh berganti, tapi hendaknya kebijakan tidak berubah alias tetap. Masuknya investor asing ke pasar modal di Indonesia sebenarnya juga memberikan dampak positif karena roda perekonomian terdorong bergerak lebih cepat. Pasalnya, pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang berkelebihan modal (investor) dan pihak yang membutuhkan modal (emiten perseroan). Investor akan memperoleh imbal hasil berupa capital gain dan dividen, sementara emiten perseroan memperoleh dana segar untuk menunjang kegiatan ekspansi usahanya yang kelak akan memberikan keuntungan bagi perseroan.


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa.Semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sobat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sobat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
                        Salam Edukasi…

0 Response to "DEVISA: Pengertian,Manfaat, Fungsi, Jenis, Macam-Macam Devisa, Sumber Perolehan, Tujuan Penggunaan, Sistem, Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Devisa"

Post a Comment

Mohon untuk berkomentar yang bijak,tanpa link spam!
Terima kasih.

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Materi PKN

Powered by Blogger.

Artikel Terbaru