Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)

Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)


Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)
Tingkatan Keanekaragaman Hayati 


Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com

Hallo sobat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya dapat membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sobat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)

Berikut Pembahasannya:


Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)
Tingkatan Keanekaragaman Hayati




Apa itu Keanekaragaman hayati? Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah , keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologis yang merupakan bagian dari keanekaragamannya; mencakup keanekaragaman genetik, spesies, dan ekosistem (Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati Pasal 2, 1992) Oleh karena itu, secara garis besar keanekaragaman terbagi atas tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem.

1.     Keanekaragaman Tingkat Gen
Keanekaragaman tingkat gen merupakan keanekaragaman sifat yang terdapat dalam satu spesies jenis, yang kita kenal sebagaimana variasi. Variasi dalam satu jenis, misalnya terlihat dalam hal perbedaan warna, bentuk, maupun ukuran dalam satu jenis individu. Gen sendiri merupakan faktor pembawa sifat yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada dasarnya, perangkat dasar penyusun gen pada setiap individu sama, hanya saja susunannya berbeda-beda.Tergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu jenis. Lalu tahukah sobat, apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat gen? Perkawinan merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induknya. Kombinasi susunan perangkat gen dari kedua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu jenis, yang berupa varietas-varietas  yang terjadi baik secara alami ataupun buatan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan, misalnya berbagai variasi pada bentuk paruh burung finch. Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi, antara lain melalui perkawinan silang (hibridasi), seperti pada berbagai jenis mangga. Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain dalam hal warna mata, warna kulit, bentuk rambut, serta ukuran tubuh.Adapun keanekaragaman hayati tingkat genetik disebut juga dengan plasma nutfah, yaitu substansi (gen) yang terdapat dalam setiap kelompok makhluk hidup. Plasma nutfah juga merupakan sumber sifat keturunan, yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan varietas unggul atau kultivar baru. Plasma nutfah mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan manusia, di antaranya adalah untuk penyediaan pangan, pemuliaan, serta penanggulangan hama.


2.     Keanekaragaman Tingkat Spesies
Keanekaragaman tingkat spesies atau jenis makhluk hidup lebih mudah diamati dibandingkan dengan keanekaragaman tingkat gen.Hal ini disebabkan oleh keanekaragaman spesies dapat ditunjukkan melalui berbagai macam spesies makhluk hidup dari kelompok tumbuhan, hewan, atau mikroba.Apabila kita mengamati lingkungan di sekitar kita, ada beberapa spesies makhluk hidup yang mirip, tetapi sebenarnya berbeda spesiesnya, misalnya spesies banteng dan sapi. Jika melihat dengan sekilas hewan ini sangat mirip, tetapi di antara keduanya memiliki perbedaan-perbedaan sehingga dikatakan bahwa banteng dan sapi berbeda spesies.Dua individu dikatakan sejenis apabila dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Dengan demikian, keanekaragaman spesies adalah keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem, di darat maupun di lautan. Masing-masing organisme mempunyai ciri yang tidak dapat disamakan satu dengan yang lain. Ciri utama keanekaragaman tingkat spesies, ditunjukkan oleh adanya perbedaan-perbedaan spesies dalam famili (keluarga) yang sama. Dengan mengetahui adanya keanekaragaman tingkat spesies, menuntun kita untuk mencari alternatif dari bahan makanan, bahan sandang, dan papan, juga dapat menuntun kita memilih hewan-hewan unggul yang dapat dibudidayakan.


3.     Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Setiap makhluk  hidup selalu berinteraksi dengan makhluk hidup lain atau dengan lingkungannya. Pola interaksi tersebut dikenal dengan istilah ekosistem. Keanekaragaman ekosistem di permukaan bumi akan membentuk suatu lapisan kehidupan di bumi yang disebut dengan biosfer. Ciri keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya variasi bentuk dan jenis bentang alam, daratan maupun perairan, di mana tumbuhan, hewan, dan organisme yang lain saling  berinteraksi.Terbentuknya keanekaragaman ekosistem di daratan dipengaruhi oleh  faktor, antara lain letak geografis, misalnya garis lintang dan ketinggian tempat. Sedangkan, keanekaragaman ekosistem perairan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni kadar garam, intensitas sinar matahari, kedalaman air, dan lain sebagainya.
Daratan dan lautan adalah dua ekosistem yang berbeda. Perbedaan tersebut akan membentuk pola kehidupan yang berbeda. Keanekaragaman ekosistem daratan Indonesia mencakup padang es dan padang lumut di puncak-puncak Pegunungan Papua, hutan hujan tropik di Sumatra dan Kalimantan, hingga hamparan padang rumput dan semak belukar di Nusa Tenggara. Demikian pula di lautan, ada beragam ekosistem mulai dari bentangan terumbu karang yang menawan di Bunaken hingga ekosistem padang lamun di Selat Sunda dan Laut di sekeliling Pulau Belitung. Tiap-tiap jenis ekosistem tersusun oleh spesies-spesies makhluk hidup yang berbeda. Ekosistem di wilayah tropis memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi, baik pada tingkat genetik ataupun pada tingkat spesies. Oleh karena itu, ketiga tingkat keanekaragaman hayati tersebut saling terkait satu dengan lainnya. Daerah yang kaya ekosistemnya, bisanya memiliki keanekaragaman spesies yang cukup tinggi dan variasi genetik dalam spesies yang tinggi pula. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem memiliki manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain kita dapat mengembangkan sumber daya hayati yang cocok dengan ekosistem tertentu sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan peternakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem).Semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sobat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sobat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…

0 Response to "Tingkatan Keanekaragaman Hayati (Keanekaragaman Tingkat Gen, Keanekaragaman Tingkat Spesies, dan Keanekaragaman Tingkat Ekosistem)"

Post a Comment

Mohon untuk berkomentar yang bijak,tanpa link spam!
Terima kasih.

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Materi PKN

Powered by Blogger.

Artikel Terbaru