Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)


Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)

Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Materi Tumbuhan Biji : Tumbuhan Biji Terbuka dan Tumbuhan Biji Tertutup



Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com

Hallo sobat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya dapat membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sobat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)

Berikut Pembahasannya:

Tumbuhan biji mendominasi hampir setengah dari seluruh jumlah tumbuhan yang terdapat di bumi. Dapatkah sobat mengenali ciri tumbuhan biji ini? Tumbuhan biji dapat dikenali dengan mudah, yakni menghasilkan bunga sehingga disebut pula dengan  antophyta. Bersama-sama dengan tumbuhan paku, tumbuhan biji tergolong dalam kelompok kormofita. Ciri utama tumbuhan biji adalah dihasilkannya biji sebagai alat perkembangbiakan generatif. Adapun tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan biji tertutup (Angiospermae). Berikut penjabaran selengkapnya mengenai tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).


1.     Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)


Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)


Tumbuhan ini tersebar luas di permukaan bumi, mulai dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Habitus Gymnospermae umumnya sebagai pohon, dengan tinggi dapat mencapai lebih dari 30 m. Ciri utama tumbuhan biji terbuka adalah bakal biji tidak ditutupi oleh bakal buah. Sedangkan ciri-ciri lainnya adalah sebagai berikut.

a.    Bentuk daun bervariasi, kaku, selalu hijau, dan mengkilap.
b.    Batang berkayu, lurus, berkas pengangkut tersusun melingkar, dan memiliki kambium.
c.    Akar tunggang, dengan percabangan akar menyebar di dalam tanah.
d.    Alat kelamin berupa strobilus. Strobilus jantan berupa kantong-kantong sari berisi serbuk sari, yang mengandung sel spermatozoid. Sedangkan pada strobilus betina terdapat bakal biji dan ovum. Bakal biji terbuka sehingga dengan mudah dapat dicapai oleh serbuk sari yang dibawa oleh angin.
e.    Pembuahan atau fertilisasi hanya satu kali saja, yaitu peleburan inti sperma dengan inti sel telur (pembuahan tunggal).

Gymnospermae terdiri atas banyak kelas, namun sebagian besar telah punah. Sampai saat ini tinggal beberapa kelas saja, antara lain Cycadinae (pakis), Gynkgoinae, Gnetinae, dan Coniferae. Berikut ini akan diuraikan beberapa kelasnya.

1)    Kelas Cycadinae
Tumbuhan kelas ini merupakan tumbuhan primitif, tersebar di wilayah tropis sampai dengan subtropis. Salah satu contoh spesiesnya adalah Cycas rumphii atau pakis haji dan Cycas revoluta. Tumbuhan ini memiliki ciri, antara lain yakni sebagai berikut.

a)    Daun tersusun rozet batang;
b)    Daun berbentuk pita tebal, hijau tua, merupakan daun majemuk menyirip;
c)    Akarnya bersimbiosis dengan alga biru jenis Anabaena cycadae yang dapat memfiksasi nitrogen;
d)    Dimanfaatkan sebagai tanaman hias;
e)    Alat perkembangbiakan berupa strobilus, strobilus jantan terpisah dengan strobilus betina.

2)    Kelas Gnetinae
Salah satu contoh kelas ini adalah Gnetum gnemon (melinjo). Tanaman ini memiliki ciri-ciri, antara lain daunnya tunggal, duduk daun berhadapan, batang berkayu tanpa saluran resin, serta bunga majemuk berbentuk bulir dan tumbuh di ketiak daun. Melinjo merupakan tanaman berumah dua, yang artinya satu pohon hanya menghasilkan bunga dengan satu jenis kelamin saja. Daun muda dan bunganya dimanfaatkan oleh manusia untuk bahan sayur, buah melinjo dapat dibuat makanan kecil yang disebut emping melinjo.

3)    Kelas Gynkgoinae
Tanaman kelas ini sudah banyak yang punah, jenis yang masih tersisa yaitu Gynkgobiloba. Tanaman ini berasal dari daratan Cina, batangnya tinggi, daun berbentuk kipas, dan memiliki tangkai daun yang panjang,dengan tulang daun yang bercabang-cabang.Tanaman ini memiliki khasiat yang besar bagi kesehatan manusia. Daunnya dapat digunakan untuk obat asma dan untuk mengatur tekanan darah. Buahnya dapat diolah dan dijadikan makanan tambahan (food suplemen) dan disinyalir dapat meningkatkan daya ingat otak.

4)    Kelas Coniferae
Tumbuhan kelas ini termasuk tumbuhan tertua. Contohnya adalah pinus (Pinus merkusii) dan damar (Agathis alba).  Pinus memiliki tajuk tanaman berbentuk kerucut, batangnya berkayu, dan memiliki saluran resin. Daun berbentuk jarum berwarna hijau, biasanya tumbuh mengumpul di ujung-ujung batang. Alat kelamin berupa strobilus yang memiliki sisik, strobilus jantan bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan strobilus betina. Penyerbukannya dibantu oleh angin, biji pinus sangat khas (memiliki sayap) sehingga dapat diterbangkan oleh angin. Pinus dan damar merupakan tanaman industri yang dimanfaatkan getah (terpentin) dan kayunya. Sehingga kedua tanaman ini dibudidayakan pada hutan-hutan produksi. Selain itu tanaman ini juga dipakai untuk konservasi lahan, yang dapat mencegah erosi.


2.     Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)

Angiospermae berbeda dengan Gymnospermae. Tahukah sobat perbedaan di antara Angisopermae dengan Gymnospermae? Biji tertutup artinya bakal biji ditutupi oleh bakal buah. Angiospermae termasuk antophyta. Bunga tumbuhan Angiospermae sangat bervariasi, mulai dari bentuk, ukuran, dan warnanya. Namun demikian, struktur dasarnya tetap sama, yaitu bunga terdiri atas bagian perhiasan bunga dan alat kelamin. Perhiasan bunga terdiri atas kelopak (sepal) dan mahkota (petal), sedangkan alat kelamin terdiri atas alat kelamin jantan, yang berupa benang sari (stamen) dan alat kelamin betina, yang berupa putik (pistil). Variasi bunga menentukan cara penyerbukannya, apakah dibantu oleh angin, air, hewan, atau manusia. Perkembangbiakan Angiospermae dapat berlangsung secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif dapat dilakukan secara alamiah ataupun buatan. Perkembangbiakan generatif ditandai dengan fertilisasi ganda atau pembuahan ganda antara inti sperma dengan ovum, membentuk embrio (zigot) dan antara inti sperma dengan inti kandung lembaga sekunder, membentuk putik lembaga (endosperma), yang berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Selain memiliki organ bunga, tumbuhan biji tertutup juga memiliki organ akar, batang dan daun. Pada ketiga organ tersebut sudah dijumpai adanya pembuluh pengangkut. Pembuluh pengangkut pada tumbuhan Angiospermae umumnya bertipe kolateral ( xilem dikelilingi oleh floem pada radius sama). Akar berfungsi sebagai organ penyerap air dan garam mineral yang diperlukan oleh tumbuhan. Batang berperan  sebagai alat untuk mentransportasikan air dan garam mineral dari akar ke daun, serta  untuk menegakkan tubuh tumbuhan. Daun berperan penting dalam proses fotosintesis. Berdasarkan jumlah daun lembaga (kotiledon), tumbuhan biji tertutup diklasifikasikan menjadi dua kelas, yaitu kelas tumbuhan biji berkeping satu (Monocotyledonae/monokotil) dan tumbuhan biji berkeping dua (Dicotyledonae/dikotil). Tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki perbedaan yang sangat jelas pada organ-organ tubuhnya yang meliputi akar, batang, daun, bunga, dan biji.

A.   Berkeping Satu (Monokotil)
Contoh-contoh famili yang termasuk dalam kelas monokotil adalah sebagai berikut:

1)    Famili Gramineae (Rumput-rumputan)
Famili gramineae, meliputi jenis-jenis tumbuhan yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, antara lain sumber karbohidrat, gula, tanaman hias, atau pakan ternak. Ciri-ciri Gramineae, antara lain akar serabut, tumbuh dari pangkal batang; batang dapat berupa terna/semak, tumbuh tegak atau menjalar di permukaan tanah, terlihat beruas-ruas, dan pada setiap ruas muncul mata tunas; daun berbentuk pita, tulang daun sejajar, memiliki pelepah; bunga merupakan bunga majemuk atau berbentuk malai, perhiasan bunga hanya berupa tenda bunga, serbuk sari banyak dan ringan; putik letaknya menjulang. Contoh tumbuhan rumput-rumputan, antara lain padi (Oryza sativa), jagung (Zea may’s), tebu (Saccharum officinarum), dan berbagai macam rumput-rumputan.

2)    Famili Orchidaceae (Anggrek)
Orchidaceae merupakan tanaman hias karena bentuk tanaman dan bunganya sangat bervariasi. Para pecinta anggrek, biasanya mengoleksi berbagai jenis anggrek.Tahukah sobat bagaimana cara mengembangbiakkan anggrek?. Di negara-negara maju tanaman anggrek telah dikembangbiakkan dengan cara pembastaran, kultur jaringan, bahkan dengan rekayasa genetika (genetic enginering) sehingga diperoleh jenis-jenis baru yang mahal harganya. Oleh karena itu, budi daya tanaman anggrek dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan.

3)    Famili Arecaceae (Palmae)
Ciri utama Arecaceae dapat dikenali dari pohonnya yang menjulang tinggi, akar serabut, daun rozet batang, tulang daun majemuk menyirip, dan memiliki pelepah daun. Bunganya berkarang membentuk mayang, yang tumbuh pada ketiak daun, selain itu bunga kuncup dilindungi oleh seludang bunga. Buahnya termasuk buah batu, memiliki kulit buah yang kuat, dan daging buahnya memiliki kandungan minyak yang tinggi. Oleh karena itu, tumbuhan jenis ini banyak dibudidayakan karena bernilai ekonomi tinggi. Perkembangannya dilakukan secara generatif dengan menggunakan biji. Contoh tumbuhan famili ini, antara lain pinang, aren, kelapa, salak, dan sagu.

a.    Pinang (Areca catechu), menghasilkan zat untuk penyamak kulit, daging buahnya digunakan untuk campuran makan sirih.
b.    Aren (Arenga pinata), merupakan penghasil nira untuk pembuatan gula merah, daging buahnya digunakan sebagai bahan makanan (kolang-kaling) yang kaya dengan serat.
c.    Kelapa (Cocos nucifera), kayunya digunakan sebagai bahan bangunan, daging buahnya dimanfaatkan untuk pembuatan kopra, dan kulit biji yang keras digunakan sebagai bahan bakar.
d.    Kelapa sawit (Elaeis sp), buahnya digunakan untuk pembuatan minyak (CPO/Crude Palm Oil)
e.    Salak (Salacca edulis), merupakan tanaman budi daya dengan daging buah yang enak dimakan.
f.     Sagu (Metroxylon sagu), batangnya menghasilkan tepung (karbohidrat), yang dapat digunakan sebagai bahan makanan alternatif pengganti beras dan gandum.

4)    Famili Zingiberaceae (Jahe-Jahean)
Zingiberaceae melimpah di daerah tropis. Ciri utamanya adalah batang  menjalar di dalam tanah, beruas-ruas, dan bersisik. Daun tunggal berbentuk lanset, memiliki pelepah dan berupih, susunan upih daun sangat rapat sehingga nampak sebagai batang, dalam daun terkandung minyak yang mudah menguap (atsiri) dengan bau yang sangat khas. Bunga dapat berupa bunga tunggal atau majemuk. Berkembang biak secara vegetatif alamiah dengan akar tinggal (rizoma). Anggota zingiberaceae dimanfaatkan manusia untuk berbagai macam keperluan, antara lain bumbu dan sumber obat-obatan tradisional. Contohnya yakni:
a.    Jahe (Zingiber officinale) sebagai obat
b.    Kencur (Kaempferia galanga) sebagai bumbu masak,
c.    Kunyit (Curcuma domestica) sebagai antibiotik, dan
d.    Temu Lawak (Curcuma Xanthorhiza) sebagai obat.

5)    Famili Liliaceae
Liliaceae tersebar di seluruh penjuru dunia, berupa tanaman herba yang memiliki umbi lapis. Cirinya memiliki daun tunggal dengan bentuk bervariasi, bahkan ada spesies yang daunnya tereduksi. Bermanfaat sebagai bahan penyedap rasa, bahan minuman, atau tanaman hias. Contohnya adalah bawang merah (Allium cepa), bawang putih (Allium sativum), lidah buaya (Aloe Vera), kucai (Allium odorum), dan lain-lain.


B.   Berkeping Dua (Dikotil)
Merupakan tumbuhan dengan persebaran yang cukup luas di muka bumi. Tumbuhan dikotil memiliki bentuk terna, herba, semak, perdu, sampai dengan pohon. Batangnya berkayu keras, mengalami pertumbuhan sekunder sehingga diameter batang terus-menerus bertambah. Dikotil memiliki manfaat yang cukup besar bagi kehidupan manusia maupun bagi lingkungan. Di sini hanya akan kita pelajari beberapa famili yang sering kita temui di lingkungan sekitar kita.

a.    Famili Mimosaceae
Mimosaceae atau suku petai-petaian banyak dijumpai di daerah tropis. Ditemukan dalam bentuk semak sampai dengan pohon. Ciri utama mimosaceae memiliki buah polongan, daun majemuk ganda menyirip, dan bunganya berbentuk bongkol. Contohnya, yaitu si kejut (Mimosa pudica), petai cina (Leucaena glauca), sengon (Albizia falcata), kaliandra (Calliandra sp)

b.    Famili Malvaceae
Malvaceae atau suku kapas-kapasan bukanlah tumbuhan asli Indonesia. Walaupun demikian, tumbuhan ini memiliki persebaran yang luas di Indonesia. Tumbuhan ini dapat berupa terna, semak, dan pohon. Ciri lainnya, yaitu  batang berkayu, daun tunggal dengan tulang daun menjari, tepi daun rata sampai dengan bergerigi, dan bunganya besar. Contohnya, antara lain waru (Hibiscus tiliaceus), kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), dan kapas (Gossypium sp).

c.    Famili Myrtaceae
Anggota famili Myrtaceae sebagian besar merupakan tanaman asli Indonesia. Tumbuhan ini berupa semak, perdu, atau pohon, dengan batang berkayu keras, daun tunggal, tulang daun menyirip, dan duduk daun berhadapan. Kebanyakan daunnya menghasilkan minyak atsiri. Contohnya, antara lain jambu biji (Psidium guajava), duwet (Eugenia cumini), cengkih (Eugenia aromatica), pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron), dan jambu air (Eugenia aquea).

d.    Famili Piperaceae
Piperaceae merupakan tanaman perdu, dengan ciri khas adanya akar perekat. Batang kelihatan beruas-ruas, daun tunggal, tulang daun melengkung, bunga majemuk, dan bijinya mengandung minyak atsiri. Contohnya, antara lain sirih (Piper bettle), dan lada (Piper nigrum).

e.    Famili Moraceae
Anggota famili Moraceae memiliki ciri khusus, yaitu pohonnya bergetah. Bentuk daunnya bervariasi, mulai dari oval sampai dengan bertoreh, bunga majemuk berbentuk bongkol, tongkol atau periuk, dan buahnya termasuk dalam buah semu. Contohnya, antara lain nangka (Artocarpus integra), keluwih (Artocarpus communis), dan cempedak (Artocarpus champeden).


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae). Semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sobat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sobat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…


0 Response to "Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta) : Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) "

Post a Comment

Mohon untuk berkomentar yang bijak,tanpa link spam!
Terima kasih.

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Materi PKN

Powered by Blogger.

Artikel Terbaru